Telephone: +62651 6303 414 Handphone: +628116823232 (Call, SMS, WhatsApp)
http://www.acehguide.com/wp-content/uploads/2016/05/720x90-citilink.png
Rumah Cut Nyak Dhien

RUMAH CUT NYAK DHIEN, MEMORIAL SANG PEJUANG

Rumah Cut Nyak Dhien merupakan salah satu destinasi wisata sejarah di Kabupaten Aceh Besar Membutuhkan waktu 20 menit dari pusat kota Banda Aceh untuk menuju situs cagar budaya di Desa Lampisang ini.

Rumah Cut Nyak Dhien

“Rumah ini menghidupkan kembali kenangan pada wanita pejuang Cut Nyak Dhien. Lebih dari sekedar nama, beliau telah mewariskan epik yang membanggakan, sebuah pragmen sejarah yang patut dikenang ulang dan dijadikan perlambang sebuah perjuangan panjang”. Inilah kata-kata dalam sebuah piagam peresmian yang ada diruang tengah rumah tertanggal pada 4 februari tahun 1987 dan di tandatangani oleh Fuad Hasan.

Rumah ini Merupakan kediaman Cut Nyak Dien dan Teuku Umar didirikan pihak Belanda sebagai bentuk apresiasi atas bergabungnya sang suami Cut Nyak Dien dengan Belanda, padahal hanyalah siasat perang Teuku Umar belaka. Membutuhkan waktu 20 menit dari pusat kota Banda Aceh untuk menuju situs cagar budaya ini di Desa Lampisang, Kecamatan Lambada Aceh Besar ini.

Pemandu dan juru kunci rumah, Asiah mengatakan rumah berukuran 25 x 15 meter, rumah yang saat ini katanya hanyalah replika. “Aslinya sudah dibumi hanguskan Belanda setelah tahu siasat Teuku Umar,” jelas Asiah.

Replika pun dibangun kembali, kata Asiah pada tahun 1981 dan selesai setahun kemudian. Dengan dominasi cat hitam, rumah itu tampak sama dengan rumah tradisional Aceh kebanyakan, ditambah  sanggahan 65 pilar serta atap rumbia dengan kontruksi bangunan kayu. Tangga utama berjumlah ganjil terletak disebelah kanan rumah, menghubungkan setiap pengunjung masuk dengan seuramoe rambat. Sejurus kemudian kita melangkahkan kaki melewati 2 anak tangga, di sisi kanan seuramoe rambat tampaklah sebuah ruangan memajang gambaran kisah perjuangan Aceh melawan Belanda dalam bentuk pencitraan foto dan merupakan hadiah dari pihak belanda setelah indonesia memperoleh kemerdekaan.

Ada dua kamar diruang tengah, lengkap dengan tempat tidur khas Aceh yang dulunya ditempati oleh para dayang Cut Nyak. Disisi kiri seuramoe rambat adalah kamar dari Cut Nyak Dien. Terkesan bangsawan pada masanya, kamar juga lengkap dengan asoe kama khas Aceh. Kini dapur pun dihiasi dengan pajangan berbagai senjata tradisional khas Aceh.

Situs cagar budaya ini menjadi salah satu tujuan wisatawan yang ingin mendalami tentang sejarah perjuangan Cut Nyak Dhien dan sejarah Aceh yang cukup panjang seacara keseluruhan.

Plang Rumah Cut Nyak Dhien

Penulis: Zyrki Marfandi
http://www.acehguide.com/wp-content/uploads/2016/05/720x90-citilink-1.png

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: