Telephone: +62651 6303 414 Handphone: +628116823232 (Call, SMS, WhatsApp)
http://www.acehguide.com/wp-content/uploads/2016/05/720x90-citilink.png
IMG_6842

Kerkoff Peucut, Makam Prajurit Belanda Terluas di Dunia

Kerkhoff Banda Aceh merupakan  kuburan militer Belanda yang terluas di dunia yang letaknya di luar negeri Belanda

IMG_9822

Komplek Kerkhoff dengan latar belakang meseum tsunami Aceh.

Kerkoff Peucut adalah kuburan prajurit Belanda yang tewas dalam Perang Aceh. Disini dikuburkan kurang lebih 2000 orang serdadu Belanda, dan termasuk di antaranya serdadu Jawa, Batak, Ambon, Madura dan beberapa serdadu suku lainnya yang tergabung dalam Angkatan Bersenjata Hindia-Belanda.

Kerkhoff Banda Aceh merupakan  kuburan militer Belanda yang terluas di dunia yang letaknya di luar negeri Belanda . Dalam sejarah Belanda, Perang Aceh merupakan perang paling pahit yang melebihi pahitnya pengalaman mereka pada saat Perang Napoleon.

IMG_9821

Di komplek inilah 2000 lebih prajurit Belanda di makamkan.

Komplek Kerkhoff berada di pusat jantung kota Banda Aceh, hanya butuh waktu 5 menit dari Mesjid Raya Baiturrahman dan dalam satu komplek dengan Museum Tsunami Aceh.

Saat anda sudah berada di depan pintu gerbang Kerkhoff ini, tersajilah kepada Anda sebuah dinding panjang yang memuat ribuan nama parajurit Belanda yang tewas dalam pertempuran-pertempuran di berbagai perang Aceh, seperti di Sigli, Moekim,  Tjot Basetoel, Lambari  Teunom, Kandang, Toeanko, Lambesoi, Koewala, Tjot  Rang – Pajaoe, Lepong Ara, Oleh Karang – Dango, dan Samalanga, dan meninggalnya para serdadu belanda ini pada tahun (1873-1910). Di antara para serdadu Belanda tersebut ada beberapa nama prajurit Marsose yang berasal dari Ambon, Manado dan Jawa. Para prajurit Marsose yang berasal  dari Jawa ditandai dengan identitas IF “inlander fuselier” di belakang  namanya, prajurit dari Ambon dengan tanda AMB, prajurit dari Manado dengan tanda MND, dan serdadu Belanda  dengan tanda EF/ F. Art.

IMG_6837

Dinding Pagar komplek makan yang bertuliskan ribuan nama para prajurit Belanda yang tewas dalam berbagai peperangan di Aceh.

Harus anda ketahui juga, dalam komplek makam ini juga bersemayam salah seorang anak dari Raja Sultan Iskandar Muda yang bernama Amat Popok, beliau mati di rajam pada masa pemerintahan ayah nya sendiri sebab ia berzina. (Zyrki)

Data di kutip dari berbagai sumber.
http://www.acehguide.com/wp-content/uploads/2016/05/720x90-citilink-1.png

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: